LLOOP.
LOOP/Berita Global/Laporan
Berita Global

Ribuan Mahasiswa Denmark Ikuti Gelombang Protes Eropa Terkait Potong Bantuan Siswa

Ribuan mahasiswa Denmark berkumpul di Copenhagen untuk menentang rencana pemerintah menghapus bantuan siswa bagi mahasiswa yang tinggal bersama orang tua berpendapatan tinggi. Demonstrasi ini menjadi bagian dari gelombang protes yang juga terjadi di Prancis dan negara Eropa lainnya terkait krisis biaya hidup dan pemoto

Ribuan Mahasiswa Denmark Ikuti Gelombang Protes Eropa Terkait Potong Bantuan Siswa

Ribuan mahasiswa di Denmark berkumpul di Copenhagen pada hari Senin untuk menentang rencana pemerintah menghapus bantuan siswa bagi mahasiswa yang tinggal bersama orang tua berpendapatan tinggi. Organisasi menyebutkan hingga 13.000 mahasiswa berbaris dari alun-alun kota hingga parlemen di bawah bendera 'Cukup Sudah'. Gelombang protes ini menjadi bagian dari ketidakstabilan muda yang terjadi di Eropa, termasuk demonstrasi di Prancis yang menyebar ke negara-negara lain dan berkembang menjadi keluhan yang lebih luas mengenai krisis biaya hidup dan perumahan bagi pemuda di benua tersebut.

Asosiasi mahasiswa melaporkan sekitar 40.000 mahasiswa mogok kerja di 57 sekolah di seluruh Denmark terkait potongan bantuan tersebut. Mahasiswa yang tinggal dengan orang tua berpendapatan di atas 700.000 kroner akan kehilangan bantuan, sementara mereka dengan pendapatan antara 419.589 hingga 700.000 kroner akan menerima bantuan yang ditanggung secara bertahap berdasarkan pendapatan orang tua. Mahasiswa yang tinggal mandiri menerima 7.426 kroner per bulan, sementara yang tinggal dengan orang tua menerima 1.154 kroner.

Presiden Asosiasi Siswa Sekolah Menengah Atas Oscar Tonsberg Hoffmann menyatakan bahwa pemotongan bantuan akan menjadi kesalahan karena meruntuhkan 'sistem pendidikan terkuat di dunia'. Mahasiswa Kieran Hindshaw, seorang mahasiswa agronomi berusia 23 tahun, menyatakan merasa dikhianati oleh pemerintah yang dianggap 'merah' karena memotong kesejahteraan pemuda sambil membiayai pengurangan pajak korporat dan perang.

Kementerian Pendidikan Tinggi menyebutkan sekitar 14.000 mahasiswa diprediksi kehilangan bantuan dan 8.000 lainnya akan melihat bantuan mereka berkurang. Pemerintah juga mengusulkan bahwa tunjangan pengangguran bagi lulusan universitas baru akan dibayarkan hanya kepada mereka yang telah bekerja selama 18 dari 24 bulan terakhir selama studi mereka. Menteri Industri Martin Lidegaard menyatakan keputusan pemotongan tersebut bukanlah keputusan yang menyenangkan.

Rujukan & sumber laporan (1)

Referensi 1: Al Jazeera · 5 November 2026 pukul 01.54
Buka laporan sumber ↗

Ringkasan berita orisinal. Gunakan tautan penerbit di atas untuk memeriksa konteks, dokumen, dan rincian lengkap.

← Kembali ke laporan terbaru