Pemilu Menengah AS 2026 Membawa Kembali Kekuasaan Demokrat karena Isu Ekonomi dan Perang Iran
Pemilu menengah AS 2026 menghasilkan kekuasaan Demokrat di Kongres setelah kemunculan isu ekonomi dan perang Iran sebagai faktor penentu dalam keputusan pemilih, mengakhiri trifeksa Republik di Pemerintah Federal.
Pemilih AS menyatakan bahwa biaya hidup adalah faktor krusial dalam keputusan memilih mereka pada pemilu menengah 2026, dengan hampir 9 dari 10 peserta survei CNBC Voter Poll menyebutkannya sebagai pertimbangan utama. Mayoritas peserta survei menilai kondisi ekonomi negara sebagai "buruk" atau "tidak begitu baik", sementara kurang dari 20% merasa kondisi keuangan keluarganya membaik dibandingkan dua tahun sebelumnya. Respon ini menunjukkan ketidakpuasan luas terhadap kinerja ekonomi selama pemerintahan Trump.
Lebih dari dua dari tiga pemilih menyatakan bahwa kebijakan Trump memperburukan kondisi ekonomi negara, sesuai dengan analisis ahli seperti Mark Zandi dari Moody's Analytics yang menekankan inflasi tinggi sebagai sumber utama ketidakpuasan publik. Perang Iran yang sedang berlangsung juga dianggap sebagai faktor penting oleh hampir tiga dari empat responden survei, yang menegaskan bahwa konflik di Timur Tengah mempertekan tekanan inflasi dan meningkatkan harga bahan bakar.
Harga bahan bakar melonjak secara signifikan, dengan rata-rata galon bensin mencapai $4,15 pada hari pemilu — tertinggi sejak setidaknya tahun 2000 — dan meningkat sekitar 37% dalam setahun terakhir karena gangguan perdagangan minyak global. Analisis Zandi menunjukkan bahwa rumah tangga Amerika rata-rata telah mengeluarkan hampir $1.230 lebih karena kenaikan harga energi sejak perang dimulai, sementara biaya pinjaman dan layanan militer yang diperluas menambahkan beban lebih dari $900 per rumah tangga, sehingga daya beli konsumen terus menurun.
Referensi 1: CNBC · 5 November 2026 pukul 05.24
Buka laporan sumber ↗
Ringkasan berita orisinal. Gunakan tautan penerbit di atas untuk memeriksa konteks, dokumen, dan rincian lengkap.