Hegseth Jadi Sasaran Tantangan Politik Pasca Kekalahan Partai Republik
Pegawai pertahanan Pete Hegseth menjadi sorotan utama setelah kekalahan telak Republik dalam pemilu menengah, dengan pertanyaan muncul mengenai masa depan jabatannya dan potensi tuntutan pengunduran diri serta pemecatan.
Pegawai pertahanan Pete Hegseth menjadi sorotan utama setelah kekalahan telak Republik dalam pemilu menengah, dengan pertanyaan muncul mengenai masa depan jabatannya dan potensi tuntutan pengunduran diri serta pemecatan. Hegseth, mantan pembawa acara Fox News, telah memimpin reformasi agresif di militer selama setahun terakhir, namun agenda tersebut gagal melindungi kandidat Republik dari kegagalan di pemilu. Senator Thom Tillis menyatakan bahwa Hegseth menghadapi 'suatu pertanggungjawaban' dan menanyakan apakah pemerintahan dapat melanjutkan pengeluaran pertahanan kritis sambil ia memimpin Kementerian Pertahanan. Senator Tillis, yang memberikan suara konfirmasi untuk Hegseth pada Januari 2025, menyebut keputusan tersebut sebagai kesalahan terbesar dalam karirnya dan mengkritik manajemen Hegseth terhadap personel militer.
Senator Tillis menegaskan bahwa Hegseth bertanggung jawab atas kebuntuan pendanaan, menyatakan bahwa ia adalah salah satu alasan mengapa pemerintahan tidak memiliki pendanaan atau jaminan pertahanan yang dibutuhkan. Kebuntuan ini muncul karena ancaman Demokrat untuk memblokir permintaan bantuan darurat senilai 70 miliar dolar dan anggaran tahunan pertahanan untuk tahun fiskal 2027. Senator Tim Kaine menyatakan bahwa perubahan kepemimpinan di Pentagon dapat membantu memfasilitasi kompromi lintas partai mengenai pengeluaran pertahanan nasional. Hegseth juga menghadapi ancaman pemecatan karena artikel impeachment yang diajukan oleh Wakil Ketua DPR Thomas Massie, yang meminta pemungutan suara di lantai DPR segera setelah pemilu.
Thomas Massie, seorang Republikan dari Kentucky yang kalah dalam pemilihan primer, mengajukan delapan tuduhan impeachment pada 15 September dan merencanakan memaksa pemungutan suara di lantai DPR segera setelah pemilu. Laporan menyebutkan bahwa beberapa penasihat percaya Hegseth menggambarkan perang melalui Iran dalam 'istilah yang cerah' bagi Presiden Trump, sementara jajak pendapat keluar menunjukkan perang tersebut menjadi beban bagi dukungan pemilih terhadap Republik. Wakil Presiden JD Vance mengakui bahwa perang adalah alasan utama kegagalan partai dalam pemilu, sebuah klaim yang disebutkan dalam laporan. Senator Tillis menyarankan untuk menentukan apakah Hegseth adalah orang terbaik untuk mewakili kebutuhan pertahanan di hadapan Kongres setelah pemilu.
Referensi 1: The Independent · 5 November 2026 pukul 01.25
Buka laporan sumber ↗
Ringkasan berita orisinal. Gunakan tautan penerbit di atas untuk memeriksa konteks, dokumen, dan rincian lengkap.