Hasil Pemilu Midterm AS Menunjukkan Perubahan Sikap Terhadap Hubungan AS-Israel
Hasil pemilihan umum midterm di Amerika Serikat menunjukkan pergeseran dukungan politik terkait hubungan antara AS dan Israel.
6 November 2026 pukul 02.00Kemenangan Demokrat di Kongres AS 2026 meningkatkan tekanan pada opposisi Israel untuk menyatukan rangsangan dan menggugat Netanyahu, yang dikaitkan erat dengan Trump, sementara ketegangan hubungan AS-Israel semakin kompleks karena isu hak asasi dan kebijakan pertahanan.
Kemenangan Demokrat di Kongres AS pada 2026 telah menciptakan momentum baru bagi opposisi Israel yang terpecah-pecah untuk bekerja sama dalam upaya menggugat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Menurut laporan, hasil pemilu tersebut dianggap sebagai kesempatan untuk mengatasi perbelahan internal yang panjang dan membentuk koalisi pemerintah baru yang lebih kohesif. Urgensi untuk menggugat Netanyahu meningkat karena ia dianggap telah terlalu dekat dengan Partai Republikan dan mantan Presiden Donald Trump, sebuah aliansi yang dianggap merusak dasar politik luar negeri Israel yang selama ini didasarkan pada dukungan bipartisan dari AS.
Namun, di balik optimisme tersebut, terdapat pengakuan bahwa perubahan politik di AS juga menimbulkan tantangan baru bagi pemimpin Israel masa depan. Dukungan militer dan diplomatik AS, yang selama ini menjadi sumbu kebijakan luar negeri Israel, kini dianggap tidak lagi dapat diandalkan sepenuhnya karena pola politik yang semakin polarisir. Hal ini membuat tugas membentuk pemerintah baru tidak hanya tentang menggugat Netanyahu, tetapi juga tentang memastikan bahwa hubungan strategis dengan AS tetap terjaga apesar perubahan politik di Washington.
Opposisi Israel, dipimpin oleh tokoh seperti Yair Lapid, telah mulai menawarkan konsep untuk 'membangun kembali kepercayaan' dengan AS melalui diplomasi aktif. Namun, upaya ini mendapat respons tajam dari anggota Kongres AS yang baru terpilih, seperti Brad Lander, yang menegaskan bahwa pemilih AS tidak menginginkan kampanye simbolik, tetapi menghormati hukum internasional dan hak asasi. Lander juga menyoroti penangkapan jurnalis warga Israel berkewarganegaraan Palestina, Abed Abu Shehada, sebagai contoh pelanggaran hukum yang dilakukan oleh otoritas Israel, yang menurutnya tidak sesuai dengan nilai-nilai yang dipegang oleh mayoritas pemilih AS.
Sementara itu, reaksi dari pihak Republikan juga menunjukkan ketidakstabilan dalam pendekatan AS terhadap Israel, dengan ancaman pemotongan bantuan militer sebesar 4 miliar dolar per tahun yang menyebabkan panik di establisi pertahanan Israel. Ancaman tersebut, meski belum menjadi kebijakan resmi, telah menimbulkan kekhawatiran serius mengenai ketersediaan dana anggaran pertahanan Israel tahun depan dan menimbulkan pertanyaan tentang stabilitas hubungan strategis yang selama ini menjadi fondasi keamanan nasional Israel. Situasi ini menunjukkan bahwa tantangan bagi pemimpin Israel masa depan bukan hanya domestik, tetapi juga sangat tergantung pada dinamika politik luar negeri yang tak terduga.
Referensi 1: the Guardian · 7 November 2026 pukul 14.00
Buka laporan sumber ↗
Ringkasan berita orisinal. Gunakan tautan penerbit di atas untuk memeriksa konteks, dokumen, dan rincian lengkap.