BSI Disetujui Laksanakan Rights Issue 6,8 Miliar Saham Seri B
RUPSLB BSI menyetujui hak atas saham untuk memperkuat struktur permodalan dan meningkatkan free float sebagai langkah strategis menuju KBMI 4.
LLOOP News Desk 2 menit baca · 1 sumber · 0 dilihat
Bursa IndonesiaLOOP · NEWS DESK
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menyetujui pelaksanaan rights issue dengan jumlah maksimal 6,8 miliar saham Seri B. Keputusan ini diambil pada pertemuan yang digelar pada Jumat, 6 November 2026. Hak atas saham tersebut ditujukan untuk memperkuat struktur permodalan bank sekaligus meningkatkan porsi kepemilikan saham publik atau free float. Langkah ini dianggap sebagai bagian dari upaya strategis untuk meningkatkan daya saing dan ketahanan bisnis perbankan syariah di Indonesia.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menyatakan bahwa rights issue merupakan langkah strategis yang telah lama dinantikan pasar untuk memperkuat fundamental bisnis. Ia menambahkan bahwa peningkatan free float saat ini, yang masih sekitar 9,9 persen, diharapkan dapat membuka peluang investasi yang lebih luas, termasuk bagi investor institusi dan global. Peningkatan likuiditas perdagangan saham juga disebut sebagai manfaat tambahan dari hak atas saham ini. Anggoro menyoroti bahwa free float yang lebih tinggi dapat meningkatkan daya tarik saham BSI di pasar modal dan mendukung inklusi sebagai konstituen indeks saham global.
Penguatan permodalan melalui rights issue juga dihubungkan dengan aspirasi BSI untuk masuk ke kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 4. Anggoro menjelaskan bahwa struktur permodalan yang kuat merupakan fondasi bagi bank untuk menghadapi tantangan ekonomi dan menangkap peluang pertumbuhan. Ia menambahkan bahwa melalui tambahan modal, BSI ingin memastikan memiliki capital buffer yang memadai untuk menjaga resiliensi, memperluas kapasitas pembiayaan, dan mendukung pengembangan bisnis berkelanjutan. Pencapaian KBMI 4 akan membuat BSI menjadi satu-satunya bank syariah di Indonesia yang masuk ke dalam klasifikasi tersebut.
Proyeksi kebutuhan permodalan BSI menunjukkan peningkatan dari Rp51,07 triliun pada 2026 menjadi Rp64,41 triliun pada 2027, sementara rasio kecukupan modal (CAR) diproyeksikan meningkat dari 20,38 persen menjadi 23,31 persen. Jika tercapai, pencapaian KBMI 4 akan menandai tonggak penting dalam peningkatan skala usaha dan perkembangan industri perbankan syariah nasional. Pernyataan BSI juga menekankan komitmen untuk terus memperkuat ekosistem keuangan syariah, meningkatkan kualitas layanan, dan memperluas penyaluran pembiayaan. Dengan struktur permodalan yang semakin kuat, perseroan optimistis dapat menjaga pertumbuhan yang sehat dan memperbesar kontribusinya terhadap perekonomian nasional.