JD Vance Sebut Perang Iran Jadi Penyebab Kekalahan Partai Republik di Pemilu Midterm
Wakil Presiden JD Vance menyatakan bahwa konflik dengan Iran berkontribusi pada kekalahan partai dalam pemilihan midterm 2026.
Wakil Presiden JD Vance menyalahkan perang dengan Iran atas kekalahan partai dalam pemilihan midterm 2026. Melalui unggahan di platform X, Vance menyatakan bahwa kekalahan tersebut disebabkan oleh konflik tersebut. Ia mempertanyakan apakah kehilangan kendali atas Senat selama enam tahun ke depan sepadan dengan perang tersebut. Vance menekankan bahwa diskusi jujur mengenai masa depan partai harus dimulai dari poin ini.
Vance, yang disebut sebagai calon presiden 2028, telah menjadi negosiator utama dalam upaya mencari jalan keluar dari konflik Iran. Al Jazeera melaporkan bahwa posisi Vance terhadap Teheran cenderung lebih lunak dibandingkan anggota administrasi lainnya. Ia mengutip hasil survei yang menunjukkan bahwa mengakhiri perang Iran dan mengubah hubungan dengan Israel menjadi perhatian utama pemilih. Hal ini mencakup pemilih yang sebelumnya mendukung Trump namun berencana beralih ke Demokrat.
Pernyataan Vance ini berbanding terbalik dengan sikap Donald Trump terkait konflik tersebut. Dalam wawancara dengan Wall Street Journal, Trump menyatakan tidak menyesali peluncuran konflik tersebut. Ia menegaskan bahwa langkah yang diambilnya sudah benar dan bersedia melakukannya kembali. Perbedaan pandangan ini muncul di tengah dampak perang yang telah memukul ekonomi serta menaikkan harga bahan bakar global.
Referensi 1: Al Jazeera · 5 November 2026 pukul 01.18
Buka laporan sumber ↗
Ringkasan berita orisinal. Gunakan tautan penerbit di atas untuk memeriksa konteks, dokumen, dan rincian lengkap.