Fasilitas KNMP di Seraya Timur, Bali, Tingkatkan Kualitas dan Pemasaran Ikan
Fasilitas Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Seraya Timur, Karangasem, membantu menjaga kualitas tangkapan nelayan dan memperluas jangkauan pemasaran. Fasilitas ini mengelola sekitar 425 nelayan dan menyediakan peralatan seperti pabrik es, cold box, chiller, cold storage, serta mobil boks. Hasil tangkapan kini dapat d
Fasilitas Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Seraya Timur, Kabupaten Karangasem, Bali, berfungsi untuk menjaga kualitas hasil tangkapan nelayan dan memperluas jangkauan pemasaran. Fasilitas ini mengelola sekitar 425 nelayan yang tersebar di wilayah tersebut. Fasilitas yang tersedia meliputi pabrik es, cold box, chiller, cold storage, serta mobil boks untuk mendukung distribusi. Penanganan hasil tangkapan kini dilakukan secara lebih terstruktur dibandingkan sebelumnya, ketika nelayan mengelola dan memasarkan hasil tangkapan secara mandiri melalui kelompok masing-masing, yang seringkali mengakibatkan kualitas ikan tidak dipertimbangkan dan kewalahan distribusi saat ikan melimpah.
Hasil tangkapan nelayan Seraya Timur kini dapat didistribusikan ke sejumlah wilayah di Bali, seperti Klungkung, Denpasar, Badung, Tabanan, dan Buleleng. Hasil tangkapan pernah dikirim hingga Banyuwangi ketika pasokan pasar di Bali sudah terpenuhi. Ikan tongkol menjadi komoditas tangkapan paling dominan nelayan Seraya Timur, selain terdapat sejumlah jenis ikan lainnya, termasuk ikan dasar berukuran besar yang ditangkap oleh nelayan khusus. Fasilitas KNMP memberikan dampak terhadap peningkatan nilai ekonomi hasil tangkapan, sehingga ikan yang tidak terserap pasar tidak perlu dijemur atau diolah menjadi produk lain karena keterbatasan penanganan dan distribusi.
Pengelola KNMP Seraya Timur, I Wayan Suarjana, menjelaskan bahwa pengelolaan hasil tangkapan masih menghadapi kendala keterbatasan kapasitas penyimpanan. Kapasitas Air Blast Freezer (ABF) yang tersedia sekitar satu ton, sehingga belum mampu menampung seluruh hasil tangkapan ketika musim panen berlangsung bersamaan. Dengan kapasitas penyimpanan yang terbatas, hasil tangkapan harus segera didistribusikan agar kualitas ikan tidak mengalami penurunan. Ketika hasil tangkapan melimpah, penanganan membutuhkan ruang penyimpanan yang memadai.
Pihak KNMP berharap pemerintah dapat menambah kapasitas ABF dan cold storage agar seluruh hasil tangkapan nelayan dapat tertangani dengan baik, terutama ketika produksi meningkat. Selain fasilitas penyimpanan, kebutuhan pembaruan kapal dan alat tangkap juga menjadi perhatian nelayan. Pengelolaan hasil tangkapan yang lebih baik memungkinkan hasil tangkapan yang tidak langsung dipasarkan dapat disimpan sebelum didistribusikan, sehingga kualitasnya tetap terjaga dan nilai ekonomi dapat meningkat.
Referensi 1: Antara News · 5 November 2026 pukul 00.42
Buka laporan sumber ↗
Ringkasan berita orisinal. Gunakan tautan penerbit di atas untuk memeriksa konteks, dokumen, dan rincian lengkap.