BGN: Program Makan Bergizi Gratis Menjadi Instrumen Ekonomi Petani dan Peternak Lokal
Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono menyatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi instrumen penggerak ekonomi yang memberikan manfaat luas bagi petani, peternak, dan pelaku usaha pangan lokal. Dengan alokasi bahan baku Rp10.000 per porsi dan jumlah penerima manfaat sekitar 58 juta orang, program ini memiliki p
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi instrumen penggerak ekonomi yang memberikan manfaat luas bagi petani, peternak, dan pelaku usaha pangan lokal. Sudaryono menjelaskan, dengan jumlah penerima manfaat sekitar 58 juta orang dan alokasi bahan baku sebesar Rp10.000 per porsi, MBG memiliki potensi pasar yang sangat besar bagi sektor pertanian dan peternakan.
Dalam Opening Ceremony dan Nusantara AgriFuture Summit NLP & Indogritech 2026 di Tangerang, Sudaryono menegaskan besarnya kebutuhan tersebut harus dikelola agar MBG mampu menciptakan keseimbangan harga di tingkat produsen maupun konsumen. Ketika harga komoditas terlalu tinggi, pengelolaan kebutuhan MBG diharapkan dapat membantu menjaga keterjangkauan harga, sedangkan ketika harga jatuh, penyerapan melalui program ini dapat membantu menjaga pendapatan petani dan peternak.
Sudaryono mengajak semua pihak untuk meningkatkan produktivitas agar MBG bisa mendistorsi stok dan harga pangan di lapangan, sehingga konsumen dan produsen tidak dirugikan. Ia menegaskan setiap kebijakan BGN harus memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat, termasuk masyarakat yang terlibat dalam rantai produksi dan penyediaan bahan pangan.
Sebagai langkah konkret, BGN tengah menyiapkan sistem pengadaan pangan secara daring melalui platform Loka MBG. Sistem ini diarahkan agar asosiasi dan koperasi peternak dapat memasok langsung kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sehingga rantai pasok menjadi lebih efisien dan tidak bergantung pada perantara. Ia menekankan bahwa yang mengisi toko daring tersebut adalah asosiasi peternak, bukan calo, makelar, atau tengkulak.
Referensi 1: Antara News · 4 November 2026 pukul 23.03
Buka laporan sumber ↗
Ringkasan berita orisinal. Gunakan tautan penerbit di atas untuk memeriksa konteks, dokumen, dan rincian lengkap.